October 2018
MonTueWedThuFriSatSun
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Calendar Calendar

My Dockuent For All
IBC-INDONESIA.org Group Milis
Google Groups
Subscribe to IBC-INDONESIA.org
Email:
Visit this group
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Pembelajaran Safety Riding Penting Untuk Anak
Thu 07 Jan 2010, 16:18 by tata

» Deklarasi Keselamatan Jalan
Thu 07 Jan 2010, 16:16 by tata

» Bincang Safety Riding di Bibir Pantai Anyer
Thu 07 Jan 2010, 16:12 by tata

» OOT Asuransi Mudik
Mon 31 Aug 2009, 04:15 by bm_brian23

» Bikers Diimbau Tetap Nyalakan Lampu Motor
Fri 26 Jun 2009, 11:06 by tata

» Indonesian community Magazine
Thu 16 Apr 2009, 18:06 by IC-MAGAZINE

» Akhirnya, Polisi Razia Konvoy Kampanye
Tue 24 Mar 2009, 21:01 by alamsuro

» polisi sita 83 motor kampanye
Tue 24 Mar 2009, 13:35 by edorusia

» Aksi Bersih Tangkuban Perahu
Wed 18 Mar 2009, 20:24 by alamsuro

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 26 pada Mon 03 Aug 2009, 12:46
Top posters
edorusia (586)
 
R10 (576)
 
bani (558)
 
tata (267)
 
jibriel (159)
 
alamsuro (154)
 
N451ER (97)
 
indrasi (43)
 
acoy (8)
 
IBC-008 (7)
 

Poll

Kabarnya aturan pemprov dki jakarta soal jam masuk sekolah berhasil mengurangi kemacetan lalulintas di jalan raya dki jakarta. segera menyusul pengaturan jam masuk kantor. Anda SETUJU?

20% 20% [ 1 ]
80% 80% [ 4 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Suara : 5

Keywords


FDR Mundur, IRC Terserah

Go down

FDR Mundur, IRC Terserah

Post by edorusia on Fri 09 Jan 2009, 16:09

Nasib regulasi ban tunggal kejurnas Indoprix dan Motoprix tahun depan terombang-ambing. Krisis ekonomi dunia telah membuat dua pabrikan karet hitam yang selama ini bersaing di arena balap nasional berpikir dua kali jadi sponsor tunggal. Mereka juga berpikir bahwa ban tunggal kurang dapat dinikmati seluruh tim dan pembalap.

Irawan Sucahyono, selaku ketua bidang olahraga PP IMI menyatakan bahwa akan tetap menganut regulasi ban tunggal. “Seperti yang dua tahun ini sudah berjalan. Kami mau regulasi ban tunggal. Seperti juga yang sekarang diterapkan di MotoGP. Ii membuat persaingan lebih merata dan fokus di mesin,” jelas pria langsing yang murah senyum itu.

Kata Irawan juga, hingga kini aturan calon pabrikan monotyre sama. Yaitu, produsen dalam negeri yang punya Standar Nasional Indoensia (SNI). “Kita sudah buka pada semua produsen lainnya. Tapi sementara ini baru FDR dan IRC yang kita tau siap. Karena sebelumnya mereka sudah pernah jadi penyuplai ban tunggal,” lanjutnya.

Tapi, apa yang disampaikan Irawan bertentangan kondisi di lapangan. Seperti diungkap Mahar Mardjono, dari FDR. Menurutnya, jauh-jauh hari FDR udah menyatakan menarik diri jika ditawarkan sebagai suplier tunggal kejurnas. “Kondisi ekonomi membuat kami harus berpikir untuk membayar biaya kompensasi sebagai sponsor ban tunggal kejurnas. Apalagi dengar-dengar PP IMI menawarkan harga yang lebih tinggi lagi dibanding tahun lalu,” cetus Mahar.

Selanjutnya Mahar juga merasa aturan ban tunggal di kejurnas tidak tepat sasaran. “Mungkin seperti yang banyak dikeluhkan pembalap, tim dan promotor. Saya dengar keluhan bahwa aturan ini yang menikmati hanya PP IMI. Sebab, dana sponsor untuk tim dan pembalap jadi menciut. Begitu juga dana untuk promotor balapnya,” jelas pria berkacamata ini.

Terakhir, Mahar bilang, kejurnas tidak bisa mengacu pada apa yang sekarang dilakukan di MotoGP atau World Superbike. “Dengan ban tunggal, kami sadar dan merasa banget, tidak ada persaingan untuk pengembangan ban. Makanya, kemungkinan besar, tahun depan, kami akan fokus mensuport tim saja,” ujarnya.

Mendengar ini kubu IRC pun pasang ancang-ancang. Alasan kondisi perekonomian yang karut-marut juga jadi pertimbangan. “Kita saja berat mensponsori tim. Kemungkinan akan berkurang, tapi kami berusaha agar dana untuk tim tidak berkurang,” papar Joenaidy Gozali alias Doddy, wakil dari IRC.

Dan, mendengar FDR menarik diri dari tender monotyre, Doddy mengambil sikap. Katanya, tidak tepat jika PP IMI malah meminta kenaikan dana untuk sponsor ban tunggal. “Secara prinsip kami siap dengan aturan monotyre atau open-tyre. Namun jika cuma kami yang siap, mestinya PP IMI juga melonggarkan aturan, dong,” harap mantan pembalap superbike nasional ini.

Jalan tengahnya…, bebaskan saja penggunaan ban apa pun. Tapi, jika produsen ingin produknya dipakai di kejurnas silakan PP IMI minta dana. Angkanya yang realistis. Biar pabrikan ban masih bisa mensponsori tim dan promotor. Jadi kan bisa sama-sama menikmati.


Penulis/Foto : Areis/GT
avatar
edorusia
Bintang Satu
Bintang Satu

Male
Jumlah posting : 586
Age : 48
Lokasi : jakarta
Nama Club/Community : Data nama club/community, silahkan di isi
Registration date : 04.09.08

Lihat profil user http://edoibc.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik